jump to navigation

Testimoni di FS Agustus 18, 2007

Posted by puji sidharta in culture express.
trackback

Sudah lama gak buka-buka FS sampai lupa apa kata sandinya. Setelah beberapa kata dicoba akhirnya saya berhasil masuk ke halaman situs pertemanan saya. Lihat temen-temen masih suka update FS mereka.

Berikut ini beberapa testimoni saya untuk rekan kerja dan manajer saya.

1. Untuk Pak Lie Ek Wan

Posted 12/20/2004 10:24 PM

Wah …akhirnya Ke-Tua Lee ikut FS
juga…
Sudah lama meninggalkan jagat kungfu.
Semenjak pensiun dari memimpin Bun
Ting Pa ( Gembel dan Pengemis) beliau
sudah tambah maju, Latitude di kiri,
Communicator di kanan. Walaupun
demikian sifat seorang Bu Tong Pai
memang rendah diri sesuai denga
semboyannya “Di atas langit ada langit”.
Sudah lama tidak menggunakan ginkang
tapi lebih sering Ngangkang.
Sampai saat ini salah satu karakter
penting dalam cerita Koh Liong Tuh ini
masih malang melintang dijagat Ku
Tang, tak kurang musuh bebuyutannya
pun heran sebut saja CayCay Sa Lon,
Kwung Tong Tai Lor.
Dengan jurusnya yg terkenal Cha Bok
dan Bool Baw mampu menguasai jagat
kungfu tanah Tong Ditoong.
Penyuka Chang Kang Chaw ini memang
memiliki Chi Leuh Baw dan Liang Cheuli
Baw.
Tapi dasar pendekar Chap Ja He tidak
bisa melihat Ping Ping sedikit saja. Lang
Sung Phi Ting Wa Lau Ping Ping Wa
Ria. Arghhhhhhhhhhh……bersambung
ke jilid 2

2. Untuk Pak Haji Saidina

Posted 12/06/2004 10:24 PM

Pak Haji yang satu ini adalah seorang
legenda testing.
Entah berapa banyak sumur yang
diujinya. Kering, dangkal, dalam
maupun basah telah diujinya.
Bahu mu yang dulu kekar masih terlihat
sampai sekarang, dengan urat2 tangan
yang menonjol ijo ijo menandakan
bahwa kehidupanmu dulu sangatlah
keras, sekeras batu ali yang dipakai
pak Tashfeen waktu syukuran naik ke
grade 7 dahulu. Namun ketuaanmu
sesungguhnya tak dapat disembunyikan
Pak, lihat saja rambut Bapak yang
keperak-perakan (pake p jangan pake
b!) Tapi di luar semua itu kepribadian
ganda Bapak sangatlah menawan hati
saya, di rumah bapak bisa bersikap
sebagai ayah yang bijak bagi
anak2nya, sedangkan di kantor bapak
bersikap tegas terhadap Pak Tamin,
sungguh suatu sikap yang terpuji. Salut
buat Pak Haji!

3. Untuk Yunus

  • Posted 01/12/2005 04:24 AM
  • Seekor pipit terbang melesat bagaikan
    peluru yang lepas dari laras, belalangs
    terbang menyeruak diantara tangkai padi
    kering. Hari ini musim kemarau di tatar
    pantura, paceklik yang selalu melatari
    setiap pola kehidupan masarakat
    sepanjang cikampek-cirebon. Antroplogi
    unik potret desa tani. Yunus berkembang
    alami di titik terhot Cangkingan, ganas
    terhadap lawanjenis.
    Walau harus jual ayam untuk dapat ayam.
    Dengkurmu palsu, walaupun
    mendengkur kamu tidak benar benar
    lelap. Pria berbobot mati 95 kgs ini lebih
    bisa mencitrakan seorang boss sejati
    dibandingkan sebagai beban tambahan
    forkliftnya. Saya rasa usul pak yunus
    untuk membuat pusat seksual terpadu
    semacam one stop shopping di daerah
    pantura cukup jitu untuk membendung
    pertumbuhan tempat tempat bordil
    secara sporadis. Sementara suami mijit
    sang istri dapat menuggu di luar, di kafe
    yang disediakan pengelola. Tapi apakah
    ada tempat sejenis untuk kaum wanita
    Pak? Apakah disebut jago untuk
    pramusexnya?
    DASAR HIDUNGMU BELANG
  • 4. Untuk Bentar

    Posted 12/04/2004 04:28 AM

    Seorang Bentar susah untuk diceritakan.
    Berangkat dari sebuah dusun di
    pelosok bagian barat Jabar, banyak
    terinspirasi oleh keberhasilan teman-
    teman sedusun yang mengadu nasib di
    Jakarta.
    Berbekal tekad bulat mengadu nasib di
    kota besar. Dua bulan pertama
    terdampar di Bantar Gebang, waste
    management services. Bosan dengan
    karir di velbag, di terima di bagian
    ticketing. Karirnya sebagai calo dilalui
    tak berapa lama. Mencoba berbisnis
    dengan menjadi penyalur beberapa
    merek rokok dan permen sekaligus
    angkat merupakan tantangan
    berikutnya. Senen, Kampung
    Rambutan, Grogol, Kalideres
    merupakan tempat cocok untuk
    bertemu kliennya. Pernah terbersit
    dalam benaknya untuk menjadi seorang
    expatriate di negeri jiran Malaysia, tapi
    rasa takut akan tertangkap polis diraja
    mengurungkan niat tersebut.
    Berbekal baca tulis yang didapat dari
    madrasah ibtidaiyah, surat lamaran
    terakhirnya di respon sebuah
    perusahan roti raksasa untuk bagian
    pengujian.
    Bentar adalah kisah pantang menyerah
    anak dusun.

    5. Untuk Suraji

    Posted 12/05/2004 10:58 PM

    Seorang jelata menghampiri Rajanya.
    Penguasa beri hamba makan kata
    jelata.
    Tidak sebelum kamu mendapatkan
    ikan, sahut si Raja.
    Tapi Raja, Saya sudah lama tidak
    makan bagaimana saya memiliki
    tenaga untuk mendapatkan ikan, rayu si
    Jelata.
    Dapatkan ikan dulu, ikan yang pertama
    bua kamu makan sehingga kamu punya
    tenaga untuk mendapatkan ikan yang
    lebih besar dan banyak, sergah sang
    Raja.
    Tapi tuan kail dan jalanya tidak terlalu
    bagus untuk mendapatkan ikan yang
    banyak dan besar, apalagi nelayan
    yang laen sudah sangat canggih dan
    tidak terlalu mengeluarkan banyak
    tenaga, Jelata berargumen.
    Hummm….nanti kita beli yang baru…tapi
    sabar keuangan negara sedang sulit,
    Raja berusaha meyakini Jelata untuk
    terus bekerja untuknya.
    Raja, Raja …apabila Raja sudah
    makmur…jangan lupa untuk
    mensejahterakan kami..Raja pasti ingat
    ketika raja kecil di pelosok
    Jateng..Ayah Raja mengirim Pangeran
    kesana untuk menyelami kehidupan
    Jelata juga..
    itulah kisah raja JPP dan jelata
    malangnya

    Komentar»

    No comments yet — be the first.