Empat tahun lalu Agustus 25, 2007
Posted by puji sidharta in personal.trackback
Genap empat tahun lalu anak saya yang kedua lahir di RSPI, saya beri nama dia Raya Amani. Senang sekali dengan kehadirannya melengkapi kakaknya yang pertama. Selang setelah tiga bulan Raya hadir, observasi kami mengatakan kemampuan motoriknya tidaklah sebanding dengan kebanyakan anak-anak seusia dia, begitu pula berat badannya masih dibawah ambang normal.
Konsultasi dengan dokter, tetapi dokter memberikan jawaban yang kurang memuaskan. Akhirnya kita memutuskan untuk mengecek keadaanya ke klinik tumbuh kembang di bilangan blok M. Mulailah hari-hari berat Raya setiap dua hari seminggu datang ke klinik untuk melakukan terapi selama satu jam. Berlatih untuk bisa duduk dari posisi tiduran, merangkak. Tangisannya sewaktu latihan, menjadi kepiluan hati ini.
Selain itu kita juga berkonsultasi masalah berat badannya dengan dokter gizi, dari beliau pula dan dengan alasan efektifitas dalam pemantauan akhirnya kita memutuskan memindahkan tempat terapi ke Klinik Tumbuh Kembang RS Cipto. Waktu itu Raya baru berumur delapan bulan. Pemantauan gizi juga mengharuskan dia melakukan pengecekan darah hampir setiap dua minggu sekali, sangat menderita untuk anak seusianya. Tetapi kami menguatkan diri dan bersabar demi kesehatannya.
Dua faktor yang saling berkait dalam kasus anak saya, badannya yang kecil juga dikarenakan kemampuan motorik untuk mengunyah makan masih terbatas. Sehingga asupan makanan secara normal menjadi kendala. Untuk itu dokter menyarankan untuk melakukan sonde buat Raya. Sonde adalah sebuah selang yang memiliki tabung di bagian atas dengan ujung yang lain terbuka. Ujung satu yang terbuka tersebut akan dimasukan kedalam lambung melalui hidung. Jadi ketika tidur pun kita bisa memberikan susu dengan regulator yang sudah kita atur. Alhasil berat badan Raya naik, walaupun tidak tega melihatnya.
Sementara itu hasil pengujian lab darah, menunjukan adanya fungsi ginjal yang bekerja sedikit kurang optimum. Akibatnya kadar asam darahnya diatas normal, sehingga mengharuskan untuk mengkonsumsi bicnat setiap kali makan. Setahun Raya menjalani terapi motorik di PTK hasilnya lumayan menggembirakan. Raya sudah mampu berguling dan tengkurap pada usia satu tahun setengah.
Selain itu ia juga mengalami keterlambatan dalam wicara, dokter menyarankan untuk terapi wicara. Walaupun sampai sekarang artikulasi katanya belum jelas terutama dengan huruf-huruf konsonan. Tepat setelah dua setengah tahun akhirnya Raya mulai bisa berjalan. Stimulasi awal adalah dengan meningkatkan keberaniannya untuk berjalan dengan membuat sebuat lintasan dari dua palang sejajar. Bolak-balik dan maju mundur dalam lintasan itu. Akhirnya dia berani maju selangkah dua tanpa berpegangan. Alhamdulillah kemajuan.
Dengan jalan yang masih limbung Raya seperti antusias untuk berjalan, meninggalkan cara lama dia untuk mengesot. Padahal ngesot sangat tidak diperbolehkan oleh para terapis di PTK. Raya terus datang seminggu dua kali untuk terapi wicara dan berjalan. Seluruh latihan di catat dalam buku catatan terapi. Bagian yang ia sukai dari terapi ialah ketika akhir dari terapi ia dengan sigap memberikan buku catatanya kepada terapis.
Memasuki usia tiga tahun, dengan kemampuan bicaranya yang masih terbata-bata saya masukan dia ke kelompok bermain Al-akhyar tujuannya agar dia dapat bersosialisasi dengan anak-anak sebaya. Genap empat tahun usianya hari ini. Raya sekarang masih duduk di PG di Sudirman. Terima kasih untuk semua bantuan yang telah tercurahkan untuk anak saya Raya para dokter, terapis dan pengasuh.



Komentar»
No comments yet — be the first.